<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://brainvit.com/category/uncategorized/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brainvit.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Mar 2011 04:54:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Pintar  VS Cerdik</title>
		<link>http://brainvit.com/pintar-vs-cerdik.html</link>
		<comments>http://brainvit.com/pintar-vs-cerdik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 17:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>counselor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brainvit.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang ingin menjadi lebih pintar, tetapi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mental kita? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Salah satu sebabnya adalah meskipun kita bisa meningkatkan angka IQ, tetapi peningkatan ini tidak berarti intelektualitas kita sudah meningkat. Kita semua mengenal orang yang ber-IQ tinggi tetapi keberhasilan hidup dewasanya tidak mengesankan. Sebuah tujuan yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-575" title="beac side candle light diner" src="http://brainvit.com/wp-content/uploads/2010/12/beac-side-candle-light-diner-150x150.jpg" alt="beac side candle light diner" width="150" height="150" />Hampir semua orang ingin menjadi lebih <strong>pintar</strong>, tetapi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mental kita? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Salah satu sebabnya adalah meskipun kita bisa meningkatkan angka IQ, tetapi peningkatan ini tidak berarti intelektualitas kita sudah meningkat.</p>
<p>Kita semua mengenal orang yang ber-IQ tinggi tetapi keberhasilan hidup dewasanya tidak mengesankan. Sebuah tujuan yang lebih realistis adalah meningkatkan fungsi mental di beberapa area utama, yang disebut oleh para psikolog sebagai kognisi.</p>
<p>Singkatnya, kognisi mengacu pada kemampuan otak kita untuk menanggapi, mengenali dan bertindak. Secara tidak resmi, kognisi mengacu pada pikiran, suasana hati, kecenderungan, keputusan dan tindakan kita.</p>
<p>Termasuk dalam komponen kognisi adalah kesiagaan, konsentrasi, kecepatan persepsi, pembelajaran, ingatan, pemecahan masalah, kreativitas dan ketahanan mental. Pertama, masing-masing tergantung kepada seberapa baik fungsi otak. Kedua, masing-masing ditingkatkan oleh usaha kita. Singkatnya kita dapat lebih pintar dengan meningkatkan dengan komponen-komponen kognisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brainvit.com/pintar-vs-cerdik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EMPAT LANGKAH MENUJU POWER LISTENING</title>
		<link>http://brainvit.com/empat-langkah-menuju-power-listening.html</link>
		<comments>http://brainvit.com/empat-langkah-menuju-power-listening.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 00:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>counselor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brainvit.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Berikut 4 langkah sederhana yang dapat membuat kita menjadi pendengar yang efektif sehingga kita mendapatkan sesuatu yang kita cari pada saat mengunjungi seminar, ceramah atau kuliah, berikut langkah-langkah tersebut: 1.            Mendengarkan dengan cermat bagian ringkasan yang biasanya terdapat di bagian awal dan akhir. Pada awal sebagian besar pembicaraan, kuliah, seminar, dan bahkan rekaman kaset, pembicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-565" title="seminar" src="http://brainvit.com/wp-content/uploads/2010/12/seminar-150x150.jpg" alt="seminar" width="150" height="150" />Berikut 4 langkah sederhana yang dapat membuat kita menjadi pendengar yang efektif sehingga kita mendapatkan sesuatu yang kita cari pada saat mengunjungi seminar, ceramah atau kuliah, berikut langkah-langkah tersebut:</p>
<p>1.            Mendengarkan dengan cermat bagian ringkasan yang biasanya terdapat di bagian awal dan akhir. Pada awal sebagian besar pembicaraan, kuliah, seminar, dan bahkan rekaman kaset, pembicara biasanya menyampaikan ringkasan dari topik dan subtopik yang akan disampaikannya. Anda perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh awal pembicaraan tersebut untuk menemukan informasi utama yang akan disampaikan. Jika tidak, anda perlu memusatkan perhatian pada bagian akhir pembicaraan karena biasanya pembicaraan akan memberikan ringkasannya.</p>
<p>2.            Mendengarkan dan memperhatikan kata-kata kunci. Dengarkan secara sambil lalu kata-kata kunci yang kemungkinan akan muncul dalam berbagai diskusi tentang topik dan subtopik yang memuat informasi penting bagi anda. Dan setiap kali anda mendengarkannya; langsung arahkan seluruh perhatian anda pada pembicara sampai anda bisa mengetahui apakah yang disampaikan oleh pembicara tersebut relevan dengan apa yang anda perlukan. Jika tidak, anda bisa kembali mendengarkannya secara sambil lalu. Namun jika relevan, anda perlu terus mendengarkan sampai pembicara mengganti subjek pembicaraannya, atau sampai dia mulai membahas tentang materi-materi yang tidak berguna bagi anda.</p>
<p>3.            Mendengarkan kata-kata yang menandakan bahwa topik baru akan segera disampaikan. Dalam  bahasa Inggris, ada kata-kata tertentu yang biasa dipergunakan untuk memberitahu para pendengar bahwa si pembicara akan mengubah subjek pembicaraannya. Apabila anda telah mengetahui sekilas dasar-dasar dari apa yang akan dikatakan oleh seoarang pembicara tentang suatu topik, anda bisa mengalihkan mengabaikan pembicaraan tersebut sampai anda mendengar salah satu kata penanda yang dimaksud. Kata-kata tersebut adalah “sekarang,” “selanjutnya,” “tapi,” “kemudian,” “jadi,” “sehingga,” “sebagai tambahan,” “salah satu metode cukup baik,” “pendekatan lainnya.”</p>
<p>4.            Mengabaikan penjelasan mendetail. Tentu saja ada detail-detail tertentu yang perlu anda ketahui. Tapi seringkali penjelasan seperti ini terdiri dari anekdot atau angka-angka statistik yang dipergunakan untuk mendukung apa yang dibicarakan. Jika anda hanya ingin mengetahui gagasan yang disampaikan, anda bisa mengabaikan semua materi yang dipakai sebagai pembenaran atas topik yang disampaikan. Sekalipun anda tertarik pada bukti-bukti pendukung yang diajukan, anda cukup memperhatikannya satu atau dua kali, dan setelah anda merasa bisa mengikuti pemikiran pembicara tersebut, anda bisa mengalihkan perhatian pada yang lain.</p>
<p>Untuk memperoleh keuntungan maksimal dari power listening, anda perlu memanfaatkan kesempatan saat pembicara menyampaikan materi-materi yang tidak relevan, untuk mengulas kembali dan mengingat segala sesuatu yang penting dari apa yang anda dengar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brainvit.com/empat-langkah-menuju-power-listening.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Meningkatkan Kecerdasan Logika</title>
		<link>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-kecerdasan-logika.html</link>
		<comments>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-kecerdasan-logika.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 03:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>counselor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brainvit.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Kata “logika” dan “nalar” mungkin bagi sebagian besar orang cukup menakutkan. Mereka membayangkan sesuatu semacam ujian sarjana di perguruan tinggi. Mereka cenderung berpikir bahwa “bersikap logis” adalah suatu karakteristik yang lebih kurang merupakan sifat keturunan atau bawaan. Tapi sesungguhnya, berpikir logis adalah sesuatu yang alami, seperti halnya bernafas, berjalan, melihat, makan, dan merasakan. Semuanya berkaitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-555" title="6" src="http://brainvit.com/wp-content/uploads/2010/11/6-150x150.jpg" alt="6" width="150" height="150" />Kata “logika” dan “nalar” mungkin bagi sebagian besar orang cukup menakutkan. Mereka membayangkan sesuatu semacam ujian sarjana di perguruan tinggi. Mereka cenderung berpikir bahwa “bersikap logis” adalah suatu karakteristik yang lebih kurang merupakan sifat keturunan atau bawaan.</p>
<p>Tapi sesungguhnya, <strong>berpikir logis</strong> adalah sesuatu yang alami, seperti halnya bernafas, berjalan, melihat, makan, dan merasakan. Semuanya berkaitan dengan otak, demikian juga dengan proses berpikir logis. Dan dalam hal ini, kita semua memiliki jutaan  rangkaian logika; dan satu bagian besar dari otak, <em>cerebal cortex</em>, ditugaskan untuk menanganinya.</p>
<p>Kita menggunakan nalar sepanjang waktu. Proses ini sedemikian alami sehingga kita tidak pernah memperhatikannya. Itulah mengapa kita sering merasa sangat tidak logis. Dan jika perhatian kita tidak tertuju padanya, kita jarang menyadari saat-saat dimana kita menggunakan logika secara alami.</p>
<p>Anda menerapkan proses berpikir logis untuk menyelesaikan masalah setiap kali anda memutuskan untuk melakukan sesuatu dan tidak melakukan yang lainnya. Misalnya saat anda memutuskan untuk memasukkan stapler ke laci meja paling atas, bukan paling bawah, karena anda sering menggunakan benda tersebut.</p>
<p>Juga saat anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan anda dengan seseorang karena setelah dua tahun, orang tersebut masih juga belum tertarik untuk memberikan komitmennya.</p>
<p>Saat anda memutuskan berkompromi dengan dua saudara anda dalam membagi warisan ibu, untuk menghindari hal-hal yang hanya akan menimbulkan sakit hati dan kebencian. Dan juga saat anda memutuskan untuk memasak kentang lebih dulu karena kentang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memasaknya dibandingkan steak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-kecerdasan-logika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips meningkatkan intelegensi visual</title>
		<link>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-intelegensi-visual.html</link>
		<comments>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-intelegensi-visual.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 13:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>counselor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brainvit.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[1.      Setiap hari usahakan untuk memperhatikan pola-pola visual yang terdapat di sekeliling anda. Anda bisa menemukannya dalam laporan pendapatan dan pengeluaran, dalam data-data statistik, dalam fluktuasi pasar, atau pun dalam melihat prakiraan cuaca. Anda juga akan menemukan bahwa jika anda melihat suatu pola yang terpotong, inteligensi visual anda akan berusaha mencari bagian-bagian yang tidak ada. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-552" title="4" src="http://brainvit.com/wp-content/uploads/2010/11/4-150x150.jpg" alt="4" width="150" height="150" />1.      <em>Setiap hari usahakan untuk memperhatikan pola-pola visual yang terdapat di sekeliling anda.</em> Anda bisa menemukannya dalam laporan pendapatan dan pengeluaran, dalam data-data statistik, dalam fluktuasi pasar, atau pun dalam melihat prakiraan cuaca. Anda juga akan menemukan bahwa jika anda melihat suatu pola yang terpotong, inteligensi visual anda akan berusaha mencari bagian-bagian yang tidak ada.</p>
<p>2.      <em>Memperhatikan bangunan, pagar, lapangan parkir, dan konstruksi fisik lainnya.</em> Cari pola-polanya (pola tersebut sesungguhnya telah lama ada, mungkin anda hanya belum memperhatikannya). Pagar di halaman rumah anda yang memiliki pola segi empat, atau bentuk X besar. Bangunan dengan susunan batu bata berbentuk zig-zag, menara, papan catur, dan pola-pola lainnya. Mobil-mobil di lapangan parkir ada yang di parkir sembarangan, dan ada yang di parkir dengan bentuk baris dua-dua atau tiga-tiga.</p>
<p>3.      <em>Memperhatikan desain-desain pakaian yang dikenakan oleh orang-orang. </em>Cari pola-polanya dan anda akan menemukan banyak sekali, hingga mungkin anda akan kewalahan: pola bintik-bintik, pola persegi, kotak-kotak, permainan warna, pola-pola aneh yang dibuat dengan sengaja, dan sebagainya. Anda bahkan akan menemukan pola-pola dalam gaya: berbagai pola yang hanya menggunakan satu kancing, rok mini, celana pendek dengan kantong panjang dan sebagainya.</p>
<p>4.      <em>Memperhatikan cara orang-orang bertindak.</em> Cari pola-pola dalam kesamaan dan dalam perbedaan. Salah seorang teman anda mungkin selalu menyilangkan tangannya saat sesuatu yang menyenangkan terjadi, salah seorang rekan anda selalu menutup pintu kantornya setelah pertemuan pemasaran hari Jum’at; pasangan anda terlihat gembira setiap kali anda berencana menonton film bersama – dan dari semua ini anda bisa memperoleh petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan kepribadian dan motif mereka.</p>
<p>5.      <em>Memfokuskan perhatian pada permasalahan yang tengah anda hadapi (yang ada kaitannya dengan elemen visual).</em> Sebagai contoh, saat di kantor anda mungkin mengamati pola yang menunjukkan bahwa asisten anda kehilangan waktu hampir selama satu jam setiap hari karena dia harus beberapa kali mondar-mandir ke ruang fotokopi untuk menyalin dokumen. Atau, seperti yang saya alami, anda senang bersembunyi di suatu ruangan yang anda sukai dan bersantai sambil mengamati beberapa benda yang baru saja dikirim ibu anda. Atau anda mungkin menghadapi masalah produksi di mana segala sesuatunya dianggap berjalan lancar bagi pegawai yang bertugas memasang tangan dan kaki boneka, tapi dianggap ada masalah oleh pegawai yang bertugas menghias dan mengecat boneka.</p>
<p>6.      <em>Memperhatikan pola untuk menemukan solusi. </em>Sesungguhnya, solusi seringkali ada secara implisit dalam perumusan anda atas permasalahan, dan ini sudah cukup bagi inteligensi visual anda untuk melompat ke arah solusi yang diinginkan. Dalam contoh tentang sekretaris anda yang kehilangan satu jam setiap hari karena harus bolak-balik ke ruang fotokopi, cukup masuk akal bila solusinya adalah dengan memindahkan mesin fotokopi  ke ruangan sekretaris anda atau sebaliknya. Untuk masalah produksi, terlihat jelas bahwa memang lebih mudah memasang tangan dan kaki boneka dibandingkan dengan menghias dan mengecatnya, jadi anda bisa menambahkan pegawai bagian pengecatan, untuk mempercepat proses produksi.</p>
<p>Semakin lama waktu yang anda luangkan dalam mencari, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola seperti ini, maka semakin besar pula anda memberikan kesempatan perkembangan bagi inteligensi visual anda. Yang lebih penting lagi, anda akan menemukan bahwa inteligensi visual anda mampu mengisi semua ruang kosong, menunjukkan konteks atau arti yang lebih besar, dan menyelesaikan permasalahan yang ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brainvit.com/tips-meningkatkan-intelegensi-visual.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mudah Ingat</title>
		<link>http://brainvit.com/tips-mudah-ingat.html</link>
		<comments>http://brainvit.com/tips-mudah-ingat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 09:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>counselor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brainvit.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa tips yang dapat membantu anda untuk  mengingat  pidato yang akan anda sampaikan atau belajar untuk ujian atau sekadar mencoba mengingat hal-hal dengan lebih baik.   Berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda memaksimalkan memori Anda. Salah satu tips memori paling mendasar adalah  pengulangan. Semakin kita mengulang semakin baik bagi  ingatan kita. Namun bukan berarti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-439" title="aha" src="http://brainvit.com/wp-content/uploads/2010/02/aha1.jpg" alt="aha" width="105" height="123" />Ada beberapa tips yang dapat membantu anda untuk  mengingat  pidato yang akan anda sampaikan atau belajar untuk ujian atau sekadar mencoba mengingat hal-hal dengan lebih baik.   Berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda memaksimalkan memori Anda.</p>
<p>Salah satu tips memori paling mendasar adalah  pengulangan. Semakin kita mengulang semakin baik bagi  ingatan kita. Namun bukan berarti kita bisa dengan cepat mengingat sesuatu dengan sempurna hanya dengan mengulang lima kali sebelum ujian. Karena pengulangan membutuhkan waktu dan frekuensi.</p>
<p>Maksudnya  pengulangan akan berfungsi maksimal jika Anda menggunakannya, kemudian beri pikiran Anda istirahat dan kemudian anda  kembali lagi dan menggunakan pengulangan lagi.</p>
<p>Siklus pengulangan, istirahat, pengulangan membantu pikiran untuk memperkuat memori informasi apa pun yang sedang Anda coba untuk jadikan pegangan.  Ini berarti Anda harus mengalokasikan cukup waktu untuk mengikuti proses ini.</p>
<p>Tips lain adalah Asosiasi yaitu dengan  menggunakan sesuatu yang akrab dengan anda, gambar atau lagu untuk membantu mengingat sesuatu.  Anda &#8220;mengaitkan&#8221; potongan informasi yang Anda ingin  menghafalnya dengan dengan gambar, lagu atau kata lain yang lebih akrab dengan anda.</p>
<p>Ketika  Anda menemukan kesulitan untuk mengingat sesuatu yang anda ingin sampaikan anda dapat melihat item atau mengingat lagu atau kata yang anda suka dan ini akan membantu Anda untuk mengingat informasi yang berkaitan dengannya. Titik utamanya adalah  membuat asosiasi yang mudah bagi Anda untuk mengingat  sesuatu daripada hanya mengingat potongan informasi itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brainvit.com/tips-mudah-ingat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

