Uncategorized
Pintar VS Cerdik
Hampir semua orang ingin menjadi lebih pintar, tetapi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mental kita? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Salah satu sebabnya adalah meskipun kita bisa meningkatkan angka IQ, tetapi peningkatan ini tidak berarti intelektualitas kita sudah meningkat.
Kita semua mengenal orang yang ber-IQ tinggi tetapi keberhasilan hidup dewasanya tidak mengesankan. Sebuah tujuan yang lebih realistis adalah meningkatkan fungsi mental di beberapa area utama, yang disebut oleh para psikolog sebagai kognisi.
Singkatnya, kognisi mengacu pada kemampuan otak kita untuk menanggapi, mengenali dan bertindak. Secara tidak resmi, kognisi mengacu pada pikiran, suasana hati, kecenderungan, keputusan dan tindakan kita.
Termasuk dalam komponen kognisi adalah kesiagaan, konsentrasi, kecepatan persepsi, pembelajaran, ingatan, pemecahan masalah, kreativitas dan ketahanan mental. Pertama, masing-masing tergantung kepada seberapa baik fungsi otak. Kedua, masing-masing ditingkatkan oleh usaha kita. Singkatnya kita dapat lebih pintar dengan meningkatkan dengan komponen-komponen kognisi.
EMPAT LANGKAH MENUJU POWER LISTENING
Berikut 4 langkah sederhana yang dapat membuat kita menjadi pendengar yang efektif sehingga kita mendapatkan sesuatu yang kita cari pada saat mengunjungi seminar, ceramah atau kuliah, berikut langkah-langkah tersebut:
1. Mendengarkan dengan cermat bagian ringkasan yang biasanya terdapat di bagian awal dan akhir. Pada awal sebagian besar pembicaraan, kuliah, seminar, dan bahkan rekaman kaset, pembicara biasanya menyampaikan ringkasan dari topik dan subtopik yang akan disampaikannya. Anda perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh awal pembicaraan tersebut untuk menemukan informasi utama yang akan disampaikan. Jika tidak, anda perlu memusatkan perhatian pada bagian akhir pembicaraan karena biasanya pembicaraan akan memberikan ringkasannya.
2. Mendengarkan dan memperhatikan kata-kata kunci. Dengarkan secara sambil lalu kata-kata kunci yang kemungkinan akan muncul dalam berbagai diskusi tentang topik dan subtopik yang memuat informasi penting bagi anda. Dan setiap kali anda mendengarkannya; langsung arahkan seluruh perhatian anda pada pembicara sampai anda bisa mengetahui apakah yang disampaikan oleh pembicara tersebut relevan dengan apa yang anda perlukan. Jika tidak, anda bisa kembali mendengarkannya secara sambil lalu. Namun jika relevan, anda perlu terus mendengarkan sampai pembicara mengganti subjek pembicaraannya, atau sampai dia mulai membahas tentang materi-materi yang tidak berguna bagi anda.
3. Mendengarkan kata-kata yang menandakan bahwa topik baru akan segera disampaikan. Dalam bahasa Inggris, ada kata-kata tertentu yang biasa dipergunakan untuk memberitahu para pendengar bahwa si pembicara akan mengubah subjek pembicaraannya. Apabila anda telah mengetahui sekilas dasar-dasar dari apa yang akan dikatakan oleh seoarang pembicara tentang suatu topik, anda bisa mengalihkan mengabaikan pembicaraan tersebut sampai anda mendengar salah satu kata penanda yang dimaksud. Kata-kata tersebut adalah “sekarang,” “selanjutnya,” “tapi,” “kemudian,” “jadi,” “sehingga,” “sebagai tambahan,” “salah satu metode cukup baik,” “pendekatan lainnya.”
4. Mengabaikan penjelasan mendetail. Tentu saja ada detail-detail tertentu yang perlu anda ketahui. Tapi seringkali penjelasan seperti ini terdiri dari anekdot atau angka-angka statistik yang dipergunakan untuk mendukung apa yang dibicarakan. Jika anda hanya ingin mengetahui gagasan yang disampaikan, anda bisa mengabaikan semua materi yang dipakai sebagai pembenaran atas topik yang disampaikan. Sekalipun anda tertarik pada bukti-bukti pendukung yang diajukan, anda cukup memperhatikannya satu atau dua kali, dan setelah anda merasa bisa mengikuti pemikiran pembicara tersebut, anda bisa mengalihkan perhatian pada yang lain.
Untuk memperoleh keuntungan maksimal dari power listening, anda perlu memanfaatkan kesempatan saat pembicara menyampaikan materi-materi yang tidak relevan, untuk mengulas kembali dan mengingat segala sesuatu yang penting dari apa yang anda dengar.
Tips Meningkatkan Kecerdasan Logika
Kata “logika” dan “nalar” mungkin bagi sebagian besar orang cukup menakutkan. Mereka membayangkan sesuatu semacam ujian sarjana di perguruan tinggi. Mereka cenderung berpikir bahwa “bersikap logis” adalah suatu karakteristik yang lebih kurang merupakan sifat keturunan atau bawaan.
Tapi sesungguhnya, berpikir logis adalah sesuatu yang alami, seperti halnya bernafas, berjalan, melihat, makan, dan merasakan. Semuanya berkaitan dengan otak, demikian juga dengan proses berpikir logis. Dan dalam hal ini, kita semua memiliki jutaan rangkaian logika; dan satu bagian besar dari otak, cerebal cortex, ditugaskan untuk menanganinya.
Kita menggunakan nalar sepanjang waktu. Proses ini sedemikian alami sehingga kita tidak pernah memperhatikannya. Itulah mengapa kita sering merasa sangat tidak logis. Dan jika perhatian kita tidak tertuju padanya, kita jarang menyadari saat-saat dimana kita menggunakan logika secara alami.
Anda menerapkan proses berpikir logis untuk menyelesaikan masalah setiap kali anda memutuskan untuk melakukan sesuatu dan tidak melakukan yang lainnya. Misalnya saat anda memutuskan untuk memasukkan stapler ke laci meja paling atas, bukan paling bawah, karena anda sering menggunakan benda tersebut.
Juga saat anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan anda dengan seseorang karena setelah dua tahun, orang tersebut masih juga belum tertarik untuk memberikan komitmennya.
Saat anda memutuskan berkompromi dengan dua saudara anda dalam membagi warisan ibu, untuk menghindari hal-hal yang hanya akan menimbulkan sakit hati dan kebencian. Dan juga saat anda memutuskan untuk memasak kentang lebih dulu karena kentang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memasaknya dibandingkan steak.
